Peradaban Islam tidak pernah dibangun di atas fondasi dogma yang bisu, melainkan lahir dari rahim dialektika intelektual yang terus berdenyut merespons pergantian zaman. Buku ini hadir sebagai sebuah pemetaan komprehensif yang merekam jejak panjang perjalanan pemikiran Islam, membentang dari era kejayaan rasionalitas klasik hingga pusaran disrupsi teknologi di abad ke-21.
Pada bagian awal, pembaca akan diajak menyelami panggung keemasan filsafat Islam, menyaksikan bagaimana raksasa pemikir seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd merajut harmoni antara akal demonstratif Yunani dan wahyu tauhid. Namun, sejarah tidak selalu bergerak linier. Buku ini secara kritis membedah anatomi kemunduran peradaban Islam—ditandai oleh trauma kejatuhan Baghdad, tertutupnya pintu ijtihad, menguatnya tradisi taqlid, hingga dominasi teologi fatalisme yang sempat melumpuhkan daya juang umat.
Keterpurukan tersebut nyatanya bukanlah akhir dari sejarah. Melalui analisis historis yang tajam, karya ini mengupas kebangkitan kembali kesadaran umat melalui gelombang pembaruan (Tajdid). Mulai dari puritanisme pramodern, perlawanan anti-kolonialisme dan Pan-Islamisme gagasan Jamaluddin al-Afghani, hingga modernisasi pendidikan ala Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, buku ini menyoroti bagaimana umat Islam merebut kembali kedaulatan epistemologisnya.
Lebih dari sekadar narasi masa lalu, buku ini meletakkan jangkar diskursusnya pada tantangan pemikiran Islam era kontemporer. Di tengah kepungan arus globalisasi, pembaca akan disuguhkan pergumulan intelektual Muslim dalam merespons isu-isu mutakhir: kompatibilitas Islam dengan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), dekonstruksi patriarki melalui gerakan Feminisme Islam, proyek integrasi keilmuan, hingga navigasi etika berhadapan dengan Kecerdasan Buatan (AI) dan rekayasa genetika.
Ditulis dengan pendekatan transdisipliner yang mendalam, buku ini menawarkan sebuah kesimpulan yang optimis: masa depan peradaban Islam terletak pada paradigma Wasathiyah (moderasi). Sebuah kerangka berpikir yang menolak ekstremisme radikal maupun sekularisme buta, demi mewujudkan Islam yang progresif, inklusif, dan senantiasa menjadi Rahmatan lil 'Alamin. Karya ini adalah bacaan wajib bagi akademisi, mahasiswa, dan pemikir yang merindukan renaisans intelektual di dunia Islam.
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN : RUANG LINGKUP SEJARAH
PEMIKIRAN ISLAM
1.1 Pengertian dan Batasan Pemikiran Islam
1.2 Sumber-Sumber Utama Pemikiran Islam (Al-Qur'an, Hadis,
dan Ijtihad)
1.3 Karakteristik dan Signifikansi Mempelajari Pemikiran Islam
1.4 Periodisasi Sejarah Pemikiran Islam (Klasik, Pertengahan,
Modern)
BAB 2 PEMIKIRAN ISLAM PADA ERA KENABIAN DAN KHULAFAUR RASYIDIN
2.1 Pola Pemikiran dan Pemecahan Masalah pada Masa Kenabian
2.2 Dinamika Pemikiran Hukum dan Sosial Era Khulafaur Rasyidin
2.3 Proses Pengumpulan Al-Qur'an dan Implikasi Pemikirannya...
2.4 Benih-Benih Perbedaan Pandangan Politik dan Agama di Akhir Masa Sahabat
BAB 3 PERTUMBUHAN ILMU KALAM (TEOLOGI ISLAM)….
3.1 Latar Belakang dan Faktor Pemicu Kemunculan Ilmu Kalam
3.2 Pengaruh Eksternal (Filsafat dan Agama Lain) terhadap Teologi Islam
3.3 Isu-Isu Sentral dalam Perdebatan Teologi Klasik (Iman, Dosa Besar, dan Kehendak Bebas)
3.4 Relasi Ilmu Kalam dengan Cabang Keilmuan Islam Lainnya...
BAB 4 DINAMIKA DAN ALIRAN-ALIRAN UTAMA ILMU
KALAM………………………………………………………..
4.1 Khawarij dan Syiah: Pergeseran dari Politik ke Teologi……...
4.2 Murji'ah, Jabariyah, dan Qadariyah : Perdebatan tentang.
Takdir dan Perbuatan Manusia………………………………
4.3 Mu'tazilah: Rasionalisme dalam Pemikiran Islam Klasik……..
4.4 Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah)
sebagai Jalan Tengah………………………………………...
BAB 5 SEJARAH PERTUMBUHAN HUKUM ISLAM (FIQIH)...
5.1 Pemikiran Hukum pada Masa Sahabat dan Tabi'in…………..
5.2 Pengaruh Kondisi Sosial-Budaya terhadap Istinbath Hukum...
5.3 Kemunculan dan Sistematisasi Ushul Fiqih………………….
5.4 Peran Ijtihad dalam Dinamika Pengembangan Hukum Islam..
BAB 6 Konsolidasi dan Karakteristik Mazhab-Mazhab Fiqih
Utama…………………………………………………………..
6.1 Sejarah dan Metodologi Pemikiran Mazhab Hanafi (Ahlur
Ra'yi)………………………………………………………...
6.2 Sejarah dan Metodologi Pemikiran Mazhab Maliki (Ahlul
Hadis)……………………………………………………….
6.3 Sejarah dan Metodologi Pemikiran Mazhab Syafi'i (Sintesis
Metodologi)…………………………………………………
6.4 Sejarah dan Metodologi Pemikiran Mazhab Hambali
(Puritanisme Hukum)……………………………………….
BAB 7 Kemunculan dan Perkembangan Tasawuf…………………..
7.1 Asal-Usul, Definisi, dan Akar Tasawuf dalam Ajaran Islam….
7.2 Fase Asketisisme (Zuhud) pada Abad Pertama dan Kedua
Hijriyah……………………………………………………...
7.3 Transisi Menuju Tasawuf Akhlaqi dan Tasawuf Falsafi……...
7.4 Peran Institusi Tarekat dalam Penyebaran Ajaran Tasawuf….
BAB 8 Tokoh-Tokoh Sentral dalam Sejarah Tasawuf………………
8.1 Hasan al-Bashri dan Rabiah al-Adawiyah (Konsep Khauf dan
Mahabbah)…………………………………………………...
8.2 Al-Ghazali: Rekonsiliasi antara Syariat dan Tasawuf…………
8.3 Ibnu Arabi dan Doktrin Wahdatul Wujud…………………….
8.4 Jalaluddin Rumi: Ekspresi Tasawuf melalui Sastra dan
Estetika………………………………………………………
BAB 9 Pertumbuhan dan Pergumulan Filsafat Islam……………….
9.1 Kontak Awal Dunia Islam dengan Warisan Filsafat Yunani….
9.2 Gerakan Penerjemahan Besar-besaran Era Dinasti Abbasiyah.
9.3 Dialektika antara Akal dan Wahyu dalam Epistemologi Islam..
9.4 Respons dan Kritik Ulama terhadap Pemikiran Filsafat……...
BAB 10 Pemikiran Para Filsuf Muslim Terkemuka…………………
10.1 Al-Kindi: Merintis Jalan Filsafat Islam……………………...
10.2 Al-Farabi: Gagasan Kenabian dan Filsafat Politik Islam……
10.3 Ibnu Sina (Avicenna): Puncak Filsafat Peripatetik dalam
Islam……………………………………………………….
10.4 Ibnu Rusyd (Averroes): Pembelaan Rasionalitas dan
Hubungan Filsafat-Agama………………………………….
BAB 11 Era Kemunduran dan Stagnasi Pemikiran Islam…………...
11.1 Runtuhnya Baghdad dan Dampaknya terhadap Tradisi
Intelektual………………………………………………….
11.2 Penutupan Pintu Ijtihad dan Menguatnya Tradisi Taqlid…....
11.3 Fenomena Dikotomi antara Ilmu Agama dan Ilmu Umum....
11.4 Dominasi Pemikiran Fatalisme di Tengah Masyarakat
Muslim……………………………………………………..
BAB 12 Gerakan Pembaruan (Tajdid) dalam Dunia Islam…………
12.1 Akar Pembaruan Pramodern (Ibnu Taimiyah hingga
Muhammad bin Abdul Wahhab).
12.2 Respons terhadap Kolonialisme Barat dan Kebangkitan
Kesadaran Umat
12.3 Jamaluddin al-Afghani dan Gagasan Pan-Islamisme………...
12.4 Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha: Modernisasi Teologi
dan Pendidikan Islam…
BAB 13 Dinamika Pemikiran Islam Era Kontemporer……………...
13.1 Pembaruan Hukum dan Tafsir Era Neomodernisme (Fazlur
Rahman, dll.)………………………………………………..
13.2 Respons Pemikir Muslim terhadap Isu Demokrasi dan Hak
Asasi Manusia (HAM)………………………………………
13.3 Gerakan Feminisme dalam Perspektif Pemikiran Islam
Kontemporer………………………………………………
13.4 Proyek Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Integrasi
Keilmuan…………………………………………………..
BAB 14 Tantangan dan Arah Masa Depan Pemikiran Islam.
14.1 Merespons Disrupsi Teknologi dan Arus Globalisasi.
14.2 Membangun Paradigma Islam Moderat (Wasathiyah) dan
Deradikalisasi
14.3 Pemikiran Islam dalam Dialog Antaragama dan
Antarperadaban
14.4 Agenda Strategis Pengembangan Keilmuan Islam di Abad
ke-21.
DAFTARPUSTAKA
TENTANG PENULIS